Program Studi Akuntansi Fakultas Bisnis dan Pariwisata Universitas Dhyana Pura bersama Ikatan Cendekiawan Muda Akuntansi (ICMA) melaksanakan pendampingan bagi BUMDes Teranggana Sari di Desa Sulangai. Kegiatan ini memadukan penguatan pengendalian risiko kecurangan dengan pengembangan usaha berbasis nilai sosial dan potensi lokal. Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) tersebut mengangkat tema “Pendampingan Pengembangan Unit Usaha BUMDes melalui Implementasi Fraud Risk Management dan Socioentrepreneurship”. Kegiatan ini diketuai oleh Dr. Eka Putri Suryantari, S.E., M.Si., Ak., dosen Program Studi Akuntansi Universitas Dhyana Pura. Pendampingan diarahkan untuk membantu pengelola BUMDes membangun tata kelola yang profesional, inovatif, berintegritas, dan berkelanjutan.
Kepala Desa Sulangai, I Nyoman Sunarta, hadir bersama perangkat desa serta pengurus, pengawas, dan pengelola BUMDes. Dalam sambutannya, ia mengapresiasi keterlibatan perguruan tinggi dan organisasi profesi dalam mendampingi pengelolaan BUMDes. Sinergi tersebut dipandang penting untuk memperkuat tata kelola usaha desa dan memperluas kontribusinya terhadap kesejahteraan masyarakat. Rangkaian kegiatan juga mencakup penandatanganan nota kesepahaman (Memorandum of Understanding/MoU) antara Universitas Dhyana Pura dan Desa Sulangai. Kesepakatan ini menjadi dasar penguatan kerja sama kelembagaan dan keberlanjutan program pendampingan di tingkat desa.
Kolaborasi akademik melibatkan Program Studi Akuntansi dari Universitas Dhyana Pura, Universitas Warmadewa, Universitas Mahasaraswati Denpasar, dan Universitas Primakara. Para perwakilan yang hadir ialah Dr. Ni Luh Putu Sri Purnama Pradnyani, S.E., M.Si., Ak., CA. (Universitas Dhyana Pura); Dr. Ni Putu Yuria Mendra, S.E., M.Si., Ak. (Universitas Mahasaraswati Denpasar); Desak Rurik Pradnya Paramitha Nida, S.E., M.Si. (Universitas Warmadewa); Desak Putu Nitya Dewi, S.E., M.Si. (Universitas Primakara); dan I Made Widi Hartawan, S.E., M.Ak. (ICMA). Dosen dan mahasiswa dari masing-masing perguruan tinggi turut berpartisipasi dalam sosialisasi dan pendampingan pemahaman akuntansi bagi pengelola BUMDes.
Ketua Umum ICMA, Rafles Ginting, S.E., M.Ak., menyampaikan materi pertama mengenai penerapan Fraud Risk Management. Pembahasan difokuskan pada proses identifikasi, pencegahan, dan pengendalian risiko kecurangan dalam pengelolaan BUMDes. Pengendalian internal yang memadai, pembagian tugas yang jelas, transparansi, serta akuntabilitas ditekankan sebagai fondasi utama pengelolaan usaha desa yang efektif dan tepercaya. Pada sesi berikutnya, Dr. I Gede Widhiantara, S.Si., M. Biomed., memaparkan Socioentrepreneurship sebagai pendekatan pengembangan usaha yang memadukan tujuan ekonomi dan manfaat sosial. Dalam konteks BUMDes, pendekatan ini dapat diimplementasikan melalui pemetaan potensi lokal, penciptaan inovasi usaha, dan pelibatan masyarakat dalam kegiatan produktif. Dengan demikian, keberhasilan BUMDes tidak hanya diukur dari perolehan pendapatan, tetapi juga dari kontribusinya terhadap pemberdayaan dan pemecahan masalah sosial di desa.
Kegiatan ini menghasilkan empat keluaran utama, yaitu terselenggaranya sosialisasi mengenai pengelolaan risiko kecurangan, pendampingan pemahaman akuntansi, pengenalan pendekatan usaha berbasis dampak sosial, serta penguatan kerja sama kelembagaan melalui penandatanganan nota kesepahaman. Keluaran tersebut menjadi landasan awal bagi pendampingan yang lebih berkelanjutan. Melalui kolaborasi ini, Program Studi Akuntansi Universitas Dhyana Pura dan ICMA mendorong terbentuknya ekosistem kerja sama antara perguruan tinggi, organisasi profesi, pemerintah desa, dan pengelola BUMDes. Ke depannya, penerapan prinsip Fraud Risk Management dan Socioentrepreneurship diharapkan dapat mendukung BUMDes Teranggana Sari menjadi unit usaha yang transparan, akuntabel, adaptif, dan mampu memberi manfaat ekonomi maupun sosial bagi masyarakat Desa Sulangai.
Ikatan Cendekiawan Muda Akuntansi (ICMA)
@ 2026 icma-nasional.or.id
