Program Studi Akuntansi Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Pattimura bersinergi dengan organisasi Ikatan Cendekiawan Muda Akuntansi (ICMA) sukses melaksanakan kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) di Desa Laha, Kota Ambon. Kegiatan kolaboratif ini difokuskan pada Pengembangan Usaha Berbasis Ekonomi Biru serta penyaluran Program Bantuan Masyarakat guna mengoptimalkan potensi maritim lokal secara berkelanjutan.
Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) ini mengusung tema besar "Transforming fisherman welfare in Maluku through blue-economy-based business development and community assistance programs". Mengingat cakupan materi yang luas dan melibatkan jaringan internasional, acara ini dilaksanakan secara hybrid. Langkah ini diambil karena salah satu narasumber kunci berada di luar negeri dan menyampaikan pemikirannya secara daring via aplikasi Zoom. Secara total, PkM ini menghadirkan 3 (tiga) narasumber ahli yang membagikan perspektif strategis mereka, yaitu:
Ibu Selva Temalagi, S.E., M.SA., Ak., CA – Dosen Program Studi Akuntansi Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Pattimura.
Bapak Rafles Ginting, S.E., M.Ak – Ketua Umum Organisasi Ikatan Cendekiawan Muda Akuntansi (ICMA).
Mr. Amondech Inkaew, BBA., MBA – Akademisi dari Rajamangala University of Technology Srivijaya, Thailand, yang hadir memberikan pemaparan materi secara virtual langsung dari Thailand.
Acara resmi dibuka dengan sambutan hangat dari Bapak Rafles Ginting, S.E., M.Ak selaku Ketua Umum ICMA. Dalam pembukaannya, ia memaparkan maksud dan tujuan mendalam dari kegiatan ini secara langsung di hadapan para audiens yang mayoritas merupakan nelayan lokal. Ia menekankan pentingnya integrasi pemikiran akademis dengan praktik lapangan demi mendongkrak kesejahteraan wilayah pesisir. Setelah sambutan pembuka, sesi materi pertama dilanjutkan oleh Mr. Amondech Inkaew, BBA., MBA secara virtual melalui Zoom dari Rajamangala University of Technology Srivijaya, Thailand. Dari perspektif global, ia menjabarkan strategi pemanfaatan ekonomi biru (blue economy) yang sukses diterapkan di berbagai sektor maritim mancanegara untuk membuka peluang usaha baru tanpa merusak ekosistem laut. Melengkapi perspektif tersebut, Ibu Selva Temalagi, S.E., M.SA., Ak., CA selaku perwakilan dosen akuntansi FEB Unpatti tampil di panggung utama untuk membawakan materi teknis. Ia memberikan edukasi praktis mengenai manajemen keuangan mikro, cara mengalkulasi keuntungan tangkapan, serta efisiensi modal agar usaha nelayan dapat dikelola dengan lebih modern dan profesional. Selain Ibu Selva, kegiatan pengabdian ini juga diperkuat oleh kehadiran jajaran dosen dari Program Studi Akuntansi Universitas Pattimura lainnya. Di antaranya adalah Ibu Senda Yunita Leatemia, S.E., M.M, Ibu Paskanova Christi Gainau, S.E., M.Ak, Ibu Christy Clayde Latuperissa, S.E., M.Ak, Bapak Ervan Togatorop, S.TP., M.M, dan Bapak Muh. Ziaul Haq Bakri, S.E., M.Ak. Di mana sebagian besar dari para akademisi yang hadir ini juga merupakan anggota aktif dari organisasi ICMA
Output utama dari rangkaian materi ini adalah terbentuknya pemahaman baru bagi masyarakat Desa Laha dalam mentransformasi model bisnis tradisional menjadi berbasis ekonomi biru. Nelayan tidak hanya diajarkan cara menangkap ikan, melainkan juga didorong memiliki keterampilan mengelola produk turunan laut secara bernilai ekonomi tinggi serta memiliki kemampuan dasar dalam pencatatan keuangan yang sehat. Sepanjang acara berlangsung, para nelayan yang hadir menunjukkan antusiasme yang luar biasa. Ruang diskusi dipenuhi dengan sesi tanya jawab yang aktif, di mana para nelayan banyak berkonsultasi mengenai tantangan permodalan, harga pasar, dan cara menjaga keberlanjutan wilayah tangkap mereka. Semangat ini menjadi sinyal positif bahwa masyarakat siap membawa perubahan nyata bagi sektor maritim di Maluku.
Ikatan Cendekiawan Muda Akuntansi (ICMA)
@ 2026 icma-nasional.or.id
